Sesi ke-4: Chapter 5. Strategy Formulation: Customer Interface

Topik yang akan dibahas kali ini adalah: Tujuh Elemen Desain dari Customer Interface, yaitu:

  1. Context
  2. Content
  3. Community
  4. Customization
  5. Communication
  6. Connection
  7. Commerce

Mari kita bahas satu-satu ketujuh element desain tersebut.

Context

Context pada website diterjemahkan sebagai functionality dan tampilan/aesthetics website itu sendiri. Function a.k.a usability adalah seberapa bagus performance suatu situs dapat diakses dan digunakan oleh usernya. Komponennya yang penting seperti: Section breakdown, how good is your sitemap?; Linking structure; Navigation tools; Speed; Reliability; Platform independece; dan Media Accessability. Untuk tampilan, komponen yang penting ada 2, yaitu: color scheme dan visual themes.

Context diklasifikasikan menjadi 3, pertama yang dominan di tampilan/aesthetic, kedua yang dominan di functionality (craiglist, anyone?) dan yang ketiga gabungan kedua aspek tersebut

Content

Apa itu content, content adalah semua informasi yang terdapat di website, dapat berupa text, audio, video, image, dan lain-lain. Untuk mengevaluasi suatu content dapat digunakan cara berikut;

Offering Mix, suatu website biasanya menawarkan 3 tipe content: produk, informasi, dan service/jasa. Offering mix biasanya memadukan ketiga tipe content tersebut. Appeal Mix, it’s simply referring to the promotional message. Multimedia mix, bagaimana paduan image, text, video dan audio website tersebut? Timeliness mix, ini tergantung dengan tipe informasi yang disampaikan apakah cukup time sensitif.

Content diklasifikasikan menjadi: product dominant, sesuai namanya yang dominan adalah produk yang ditawarkan, hal ini dibagi lagi menjadi, superstore, category killer dan specialty store. Klasifikasi yang berikutnya adalah information-dominant, lalu service dominant.

Community

Komunitas di sini diterjemahkan sebagai interaksi antar pengguna. Pengguna website dapat menjadi members suatu website sehingga terbentuklah komunitas yang menggunakan website tersebut. Klasifikasi komunikasi terdiri dari; nonexistent, limited, dan strong.

Customization

Kustomisasi website dapat dilakukan oleh penggunanya (personalisasi) atau oleh pengelola websitenya (tailoring). Klasifikasi dari kustomisasi adalah generic (sebenarnya yang masuk dalam kategori ini websitenya tidak dapat dikustomisasi, at least bisa hanya sampai pada kontennya saja, kalo ini juga semua website mungkin kan?), moderately customized dan highly customized.

Communication

Komunikasi di sini merujuk pada interaksi antara pengguna dan pengelola website. Hal tersebut dapat menggunakan broadcast communication dan interactive communication. Lagi-lagi mengenai klasifikasi, komunikasi diklasifikasikan menjadi one-to-many (nonresponding user), one-to-many (responding user), one-to-one (nonresponding user), one-to-one (responding user).

Connection

Connection diartikan sebagai link ke website lain. Ada 4 links; outside links, framed links, pop-up windows, dan outsourced content. Connection diklasifikasikan menjadi, destination site, hub site dan portal site.

Commerce

Fitur ini digunakan oleh user untuk dapat melakukan transaksi keuangan. Tools untuk memungkinkan hal tersebut bermacam-macam seperti; credit-card approval, one-click shopping, dan lain-lain. Commerce diklasifikasikan menjadi low, medium dan high

Mapping the 7cs Framework

Kesamaan dari semua elemen di atas adalah; semuanya mempunyai klasifikasi. Gunanya untuk dapat lebih baik memetakan suatu website berdasarkan ketujuh elemen tersebut. Kesimpulannya ketujuh elemen tersebut harus dapat bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain, sehingga dapat mendukung model bisnis yang ditawarkan.

Leave a Reply