Sesi ke-6: Chapter 7. Implementation

August 28, 2007

Di bab ke-7 ini akan dibahas mengenai suatu framework untuk mengimplementasikan e-business suatu perusahaan. Framework tersebut menggagas tentang sistem sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Gambarannya sebagai berikut:

Framework for Implementation


Sesi ke-5: Chapter 6. Market Communications and Branding

August 21, 2007

Komunikasi dan branding sebenarnya adalah media di mana Web tercipta. Apa sajakah yang membuat suatu website memiliki brand yang kuat serta dapat menciptakan komunikasi yang baik bagi pengunjungnya. Berikut ini akan dipaparkan hal-hal yang menunjang tujuan tersebut.

Empat Kategori Komunikasi Pasar

Komunikasi pasar merujuk pada semua kontak poin yang berhubungan dengan customernya. Empat tipe komunikasi pasar adalah:

  1. General online communications
  2. Personalized online communications
  3. Traditional mass marketing
  4. Direct communications

Keempat hal tersebut sebenarnya membentuk framework Marketing Communications, sebagai berikut:

Farmework for Marketing Communications

Framework for Marketing Communications

Bila diperinci maka keempat kategori tersebut dapat dibagi menjadi sebagai berikut:

  1. Direct: Salesforce, direct mail, telemarketing & customer service representatives
  2. Traditional Mass Marketing: television, radia, print & billboards
  3. Personalized: personalized permission e-mail, personalized recommendation, personalized advertisements, personlized webpages, personalized e-commerce stores
  4. General Online Approaches: banner ads, e-mail, viral marketing, portal sponsorship/exclusive agreement, associate programs, online and offline partnerships, customer information & online transactions

Branding

Menurut David Aaker, brand equity adalah kombinasi aset yang dapat dilihat baik dari sisi perusahaan maupun sisi customer, dengan kata lain brand equity adalah kombinasi dari respon customer dan keuntungan/benefit. Konsep model dari brand equity adalah sebagai berikut;

Simple Conceptual Model of Brand Equity

Simple Conceptual Model of Brand Equity

Proses branding terdiri dari 10 tahapan, yaitu:

  1. Clearly define the brand audience
  2. Understand the target customer
  3. Identify key leverage points in customer experience
  4. Continually Monitor Competitors
  5. Design Compelling and complete brand intent
  6. Execute with integrity
  7. Be consistent over time
  8. Establish feedback systems
  9. Be opportunistic
  10. Invest and be patient

 


Sesi ke-4: Chapter 5. Strategy Formulation: Customer Interface

August 14, 2007

Topik yang akan dibahas kali ini adalah: Tujuh Elemen Desain dari Customer Interface, yaitu:

  1. Context
  2. Content
  3. Community
  4. Customization
  5. Communication
  6. Connection
  7. Commerce

Mari kita bahas satu-satu ketujuh element desain tersebut.

Context

Context pada website diterjemahkan sebagai functionality dan tampilan/aesthetics website itu sendiri. Function a.k.a usability adalah seberapa bagus performance suatu situs dapat diakses dan digunakan oleh usernya. Komponennya yang penting seperti: Section breakdown, how good is your sitemap?; Linking structure; Navigation tools; Speed; Reliability; Platform independece; dan Media Accessability. Untuk tampilan, komponen yang penting ada 2, yaitu: color scheme dan visual themes.

Context diklasifikasikan menjadi 3, pertama yang dominan di tampilan/aesthetic, kedua yang dominan di functionality (craiglist, anyone?) dan yang ketiga gabungan kedua aspek tersebut

Content

Apa itu content, content adalah semua informasi yang terdapat di website, dapat berupa text, audio, video, image, dan lain-lain. Untuk mengevaluasi suatu content dapat digunakan cara berikut;

Offering Mix, suatu website biasanya menawarkan 3 tipe content: produk, informasi, dan service/jasa. Offering mix biasanya memadukan ketiga tipe content tersebut. Appeal Mix, it’s simply referring to the promotional message. Multimedia mix, bagaimana paduan image, text, video dan audio website tersebut? Timeliness mix, ini tergantung dengan tipe informasi yang disampaikan apakah cukup time sensitif.

Content diklasifikasikan menjadi: product dominant, sesuai namanya yang dominan adalah produk yang ditawarkan, hal ini dibagi lagi menjadi, superstore, category killer dan specialty store. Klasifikasi yang berikutnya adalah information-dominant, lalu service dominant.

Community

Komunitas di sini diterjemahkan sebagai interaksi antar pengguna. Pengguna website dapat menjadi members suatu website sehingga terbentuklah komunitas yang menggunakan website tersebut. Klasifikasi komunikasi terdiri dari; nonexistent, limited, dan strong.

Customization

Kustomisasi website dapat dilakukan oleh penggunanya (personalisasi) atau oleh pengelola websitenya (tailoring). Klasifikasi dari kustomisasi adalah generic (sebenarnya yang masuk dalam kategori ini websitenya tidak dapat dikustomisasi, at least bisa hanya sampai pada kontennya saja, kalo ini juga semua website mungkin kan?), moderately customized dan highly customized.

Communication

Komunikasi di sini merujuk pada interaksi antara pengguna dan pengelola website. Hal tersebut dapat menggunakan broadcast communication dan interactive communication. Lagi-lagi mengenai klasifikasi, komunikasi diklasifikasikan menjadi one-to-many (nonresponding user), one-to-many (responding user), one-to-one (nonresponding user), one-to-one (responding user).

Connection

Connection diartikan sebagai link ke website lain. Ada 4 links; outside links, framed links, pop-up windows, dan outsourced content. Connection diklasifikasikan menjadi, destination site, hub site dan portal site.

Commerce

Fitur ini digunakan oleh user untuk dapat melakukan transaksi keuangan. Tools untuk memungkinkan hal tersebut bermacam-macam seperti; credit-card approval, one-click shopping, dan lain-lain. Commerce diklasifikasikan menjadi low, medium dan high

Mapping the 7cs Framework

Kesamaan dari semua elemen di atas adalah; semuanya mempunyai klasifikasi. Gunanya untuk dapat lebih baik memetakan suatu website berdasarkan ketujuh elemen tersebut. Kesimpulannya ketujuh elemen tersebut harus dapat bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain, sehingga dapat mendukung model bisnis yang ditawarkan.