Pada dasarnya Bab 3 ini menjelaskan tentang framework untuk menganalisa market opportunity. Framework tersebut terdapat dalam 4 ruang lingkup yang utama yaitu, customer, company, technology & competition. Perpotongan dari ke-4 ruang lingkup utama tadi akan menghasilkan sweet spot, suatu area yang setiap perusahaan ingin mencapai daerah tersebut.
Kembali ke framework untuk menganalisa market opportunity tadi, framework tersebut dibagi menjadi 7 tahap, yaitu;
- Identifikasi kebutuhan costumer yang tidak terpenuhi atau underserved.
- Identifikasi specific customer yang akan dituju oleh perusahaan
- Meng-assess keuntungan/advantage yang berkaitan dengan kompetisi
- Meng-assess sumber daya perusahaan untuk menghasilkan produk/jasa yang dijanjikan kepada customer
- Meng-assess kesiapan pasar akan teknologi yang digunakan
- Menspesifikasikan kesempatan/opportunity dalam terminologi yang lebih kongkrit
- Meng-assess kesempatan yang atraktif/opportunity attractiveness bagi user
Mengapa framework tersebut diperlukan? Beberapa analis percaya bahwa analisa pasar yang biasa digunakan di pasar tradisional (marketplace) kurang dapat mengakomodir kebutuhan marketspace, hal ini karena beberapa hal berikut:
- Kompetisi yang terjadi sudah tidak di dalam industri yang serupa tapi sudah antar industri yang berbeda
- Kompetisi antar aliansi perusahaan daripada antar perusahaan
- Kompetisi yang sangat cepat dalam hal pengembangan produk dan respon terhadap kondisi yang ada
- Cara-cara yang unik untuk memberikan value kepada customer dan melakukan perubahan sikap sangatlah diperlukan
- Internet telah mengakomodir perubahan/rekonfigurasi sangat cepat pada industry value chains dan value systems.


October 29, 2009 at 2:26 pm |
bole tau, sumber nya dr mana yaa? thx ^^
October 29, 2009 at 2:41 pm |
Rayport. J.F. & B.J. Jaworski, Introduction to E-Commerce, 2nd Edition, McGraw-Hill, 2003.