Sesi ke-3: Chapter 4. Business Models

July 31, 2007

Pada dasarnya suatu online business model itu ada 4 komponen, yaitu:

  1. Value cluster/value proposition
  2. Online offering
  3. Resource system
  4. Revenue model

Pada value cluester/value proposition, pihak management harus dapat menentukan pilihan segmentasi-nya, keuntungan utama yang akan diterima oleh target segment-nya, serta diferensiasi yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Membentuk suatu value proposition menurut saya pribadi sebenarnya gampang-gampang susah. Seseorang dituntut jeli dalam melihat pilihan yang dibuat oleh kompetitornya. Dari referensi dikatakan, setelah kita memetakan segmen, benefit dan resource yang dimiliki kompetitor kita dapat melakukan assesment melalui kriteria berikut:

  • Customer criteria. Apakah costumer kita sadar akan benefit yang ditawarkan? Apakah memang itu yang diperlukan oleh mereka? Dan menyebabkan mereka tergerak untuk membeli?
  • Company criteria. Apakah perusahaan mempunyai cukup resources untuk menawarkan value proposition ini?
  • Competitive criteria. Apakah kompetitor mencoba menawarkan hal yang sama dengan kita? Jika ya, siapakah yang akan menang?

Pada online offering, kita akan menentukan produk atau jasa yang akan ditawarkan kepada customer, untuk melakukan hal ini dapat dilakukan proses sekuensial yang terdiri dari:

  1. Mengidentifikasi ruang lingkup barang/jasa yang akan ditawarkan (scope of the offering). Ada dua tipe scope offering yaitu: category-specific dominance dan cross-category dominance.
  2. Mengidentifikasi customer decision process. Customer decision process terbagi dalam beberapa tahapan. Prepurchase, yang terdiri dari: Problem recognition, Information search, Evaluation of alternatives. Kemudian Purchase yang terdiri dari: Purchase decision. Dan yang terakhir adalah Postpurchase yang terdiri dari: Satisfaction, Loyalty dan Disposal.
  3. Memetakan produk/jasa yang ditawarkan pada customer decision process di atas

Pada resource system perusahaan yang ingin memasuki model bisnis online harus memilih dan menyesuaikan resources-nya untuk memberikan keuntungan dari value proposition-nya.

Perusahaan harus dapat menspesifikasikan resource system yang dimilikinya. Hal ini terdiri dari beberapa langkah. Pertama adalah mengindentifikasi keuntungan utama dalam value cluster. Kedua mengindentifikasi resources yang berhubungan pada setiap benefit. Ketiga mengidentifikasi sampai mana perusahaan dapat men-deliver tiap benefit. Dan keempat adalah mengeidentifikasi mitra/partner yang dapat melengkapi resources.

Perusahaan juga harus dapat melakukan assessment terhadap kualitas resource system mereka. Hal ini dapat dilihat dari keunikannya, hubungan antara resources dan benefit, hubungan antara resources dalam sistem tersebut, hubungan antara virtual-world dan physical-world serta sustainable advantage-nya.

Dalam mengorganisasikan resource system-nya, perusahaan juga harus dapat memetakan role dari mitra-mitranya.

Pada revenue models, perusahaan harus menentukan/merencanakan sejak awal darimana revenue yang akan diperoleh pada bisnis online. Sumber revenue tersebut dapat berupa: iklan, produk/jasa/informasi yang ditawarkan, transaksi, subscription dan license fees.

Online Business Models

Pada dasarnya, online business models menekankan pada demand daripada supply, selain itu customer dapat menambahkan value pada online business suatu perusahaan, contohnya eBay.

Okay..that’s all for this chapter.


Sesi ke-2: Chapter 3. Market Opportunity Analysis

July 24, 2007

Pada dasarnya Bab 3 ini menjelaskan tentang framework untuk menganalisa market opportunity. Framework tersebut terdapat dalam 4 ruang lingkup yang utama yaitu, customer, company, technology & competition. Perpotongan dari ke-4 ruang lingkup utama tadi akan menghasilkan sweet spot, suatu area yang setiap perusahaan ingin mencapai daerah tersebut.

Kembali ke framework untuk menganalisa market opportunity tadi, framework tersebut dibagi menjadi 7 tahap, yaitu;

  1. Identifikasi kebutuhan costumer yang tidak terpenuhi atau underserved.
  2. Identifikasi specific customer yang akan dituju oleh perusahaan
  3. Meng-assess keuntungan/advantage yang berkaitan dengan kompetisi
  4. Meng-assess sumber daya perusahaan untuk menghasilkan produk/jasa yang dijanjikan kepada customer
  5. Meng-assess kesiapan pasar akan teknologi yang digunakan
  6. Menspesifikasikan kesempatan/opportunity dalam terminologi yang lebih kongkrit
  7. Meng-assess kesempatan yang atraktif/opportunity attractiveness bagi user

Mengapa framework tersebut diperlukan? Beberapa analis percaya bahwa analisa pasar yang biasa digunakan di pasar tradisional (marketplace) kurang dapat mengakomodir kebutuhan marketspace, hal ini karena beberapa hal berikut:

  • Kompetisi yang terjadi sudah tidak di dalam industri yang serupa tapi sudah antar industri yang berbeda
  • Kompetisi antar aliansi perusahaan daripada antar perusahaan
  • Kompetisi yang sangat cepat dalam hal pengembangan produk dan respon terhadap kondisi yang ada
  • Cara-cara yang unik untuk memberikan value kepada customer dan melakukan perubahan sikap sangatlah diperlukan
  • Internet telah mengakomodir perubahan/rekonfigurasi sangat cepat pada industry value chains dan value systems.

First Post: Not an Assignment

July 20, 2007

So i made this new category for an assignment from one of my faculties. Hopefully it can be usefulĀ  for those who read :)


Reactivation is starting..

July 20, 2007

NOW!

hopefully :p