Sesi ke-8: Chapter 12. Media Transformation

September 11, 2007

Pada chapter ini akan dibahas mengenai media convergence. Media convergence dideskripsikan sebagai migrasi dari berbagai channel dan bisnis media analog ke dalam digital platform dan menggunakan internet sebagai primary driver-nya.

media convergence

Kondisi yang menyebabkan konvergensi teknologi

Banyak hal yang menyebabkan perpindahan teknologi analog menjadi digital, hal tersebut adalah

  • Bertambahnya keuntungan dan biaya teknologi digital
  • Infrastruktur jaringan digital yang berbiaya rendah
  • Terus berkembangnya media
  • Terfragmentasinya penggunaan media (khususnya di Amerika Serikat)
  • Pertumbuhan media dan penggunaan media yang terfragmentasi diramalkan terus berkelanjutan.
  • Keuntungan yang diperoleh dari teknologi baru
  • Media economics

Digital Lifestyle

Diprediksikan bahwa 5-10 tahun ke depan ketergantungan masyarakat terhadap PC atau Mac akan semakin bertambah. Mulai dari TV, game console, PDA dan lain sebagainya

Efek Broadband terhadap Penggunaan Internet

Meningkatnya penggunaan teknologi broadband telah menyebabkan adopsi kepada aplikasi internet berkembang pesat. Perkembangan terakhir (Desember 2006) mengenai penggunaan koneksi internet dapat dilihat di situs ini: OECD Broadband Statistics to December 2006. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang koneksi internet dengan broadband dapat melihat artikel di wikipedia ini: Broadband Internet Usage.

Perbedaan-perbedaan Antara Layanan Akses Internet Berkecepatan Tinggi

Digital Subscriber Line (DSL), memungkinkan koneksi berkecepatan tinggi melalui jaringan telepon. Sambungan ini memerlukan DSL modem baik di sisi user maupun di sisi penyedia jasa. Kelebihannya user dapat menggunakan jaringan teleponnya tanpa mengganggu atau terganggu oleh penggunaan internet melalui layanan ini.

Cable Modem, adalah koneksi internet yang menggunakan sarana TV kabel yaitu coaxial cable. Koneksi ini mempunyai kecepatan yang relatf lebih bagus dibandingkan DSL. Lebih jelasnya dapat dilihat di sini: Cable modem.

Transmisi satelit, terdapat 3 sistem yaitu geostationary, medium earth orbit (MEO) dan low earth orbit (LEO) yang ketiganya diusulkan menjadi akses internet satelit.

Beberapa penyedia jasa layanan internet telah melakukan advokasi untuk menerapkan “open system” yaitu bahwa pengguna internet tidak harus menggunakan layanan internet dari perusahaan telekom dan TV kabel tetapi dapat dari ISP lain.

Terlepas dari koneksi internet yang digunakan saat ini telah banyak device yang menggunakan internet sebagai sarana utama untuk konektivitas. Diantaranya game console, PC, interactive TV, dan lain-lain. Selain itu juga terdapat bluetooth, suatu teknologi nirkabel yang dirancang untuk kebutuhan jarak dekat.

Dengan bervariasinya teknologi konektivitas dan layanan internet pengelompokan content yang disediakan untuk user haruslah sesuai dengan konektivitas dan layanan yang digunakan oleh user.

Mendefinisikan Konvergensi Organisasi

Konvergensi suatu organisasi dideskripsikan sebagai meningkatnya kemampuan organisasi untuk mendeploy berbagai macam digital platforms disesuaikan dengan tujuan taktis dan strategis organisasi tersebut. Hal ini dilihat baik dari sisi manusianya maupun dari sisi teknologinya. Perusahaan yang dapat mensinergikan hal ini akan memperoleh kinerja yang bagus. Berikut ini adalah contoh perusahaan yang dapat melakukan hal tersebut:

AOL Time Warner

Hal-hal yang mendukung Konvergensi suatu Organisasi

  • Telecommunications Act of 1996
  • Vertical Integration
  • Pursuit of Multiple Streams

Hambatan pada Konvergensi suatu Organisasi

  • Lack of corporate leadership
  • Culture and goal clash
  • Lack of metrics used to support financial decision
  • Basic operational challenges

Sesi ke-7: Chapter 8. Metrics

September 4, 2007

Metrics secara sederhana adalah cara untuk mengukur proses bisnis, dalam hal ini adalah e-business. Metrics bertujuan untuk:

  • Better definition of business model. Dengan fokus terhadap salah satu pengukuran yang strategis, maka perusahaan dapat mengetahui bagaimana respon user terhadap service yang ditawarkan dan pada akhirnya dapat meningkatkan pelayanan yang diberikan.
  • Strategy communication. Target yang terdokumentasi dengan baik dapat mengkomunikasikan tujuan strategi suatu perusahaan.
  • Performance tracking. Performance dapat ditelusuri secara real-time dan dapat diadjust sesuai dengan perubahan strategi.
  • Increased accountability. Hasil pengukuran yang baik dapat dikaitkan dengan pemberian reward kepada departemen tertentu di perusahaan.
  • Alignment of objectives. Pengukuran yang jelas dan tepat dapat menyelaraskan objektif suatu individu, tujuan dan strategi.

Selanjutnya akan dibahas tentang kerangka kerja/framework yang dapat digunakan untuk menilai progress and health suatu bisnis online. Framework tersebut adalah:

  1. Balance Scorecard (BSC). Kelemahan framework ini pada bisnis online adalah sebagai berikut:
    • Tidak jelasnya pencantuman definisi strategi atau bisnis model pada framework. Hal ini menyebabkan 4 kategori pengukuran pada BSC (financial, customer, internal business process, learning and growth) kurang dapat menangkap secara akurat aspek-aspek yang critical.
    • Tidak jelasnya kemampuan organisasi atau sumber daya yang akan dianalisa dari framework BSC. Pada model bisnis online definisi dengan entitas lain (misalnya supplier) menjadi agak kabur, karena sering kali pihak supplier misalnya terintegrasi dengan sistem perusahaan.
    • Tidak jelasnya posisi kemitraan dalam framework. Kemitraan yang strategis dengan pelaku bisnis lainnya memegang peranan penting dalam model bisnis online. Hal ini tidak dapat digambarkan dalam BSC.
  2. Performance Dashboard. Framework ini berusaha untuk menjawab kelemahan BSC tersebut di atas, dengan menampilkan pengukuran di area sumber daya serta kemitraan/partnership. Komponen performance dashboard terdiri dari 5 kategori pengukuran yaitu:
    1. Market opportunity
    2. Business model
    3. Marketing and branding
    4. Implementation
    5. Customer

Life Cycle of a Company

Terdapat 4 tahapan dari suatu perusahaan dalam model bisnis online, yaitu:

  1. Start-up/beta (6 bulan-1 tahun). Pada tahap ini, perusahaan mendevelop platformnya.
  2. Customer acquisition (1-2 tahun). Pada tahap ini, perusahaan mulai membangun market share-nya dengan partnership maupun promosi.
  3. Monetization (2-5 tahun). Pada tahap ini perusahaan mulai meningkatkan revenue dan membuat cara baru untuk meningkatkan revenue.
  4. Maturity (> 5 tahun). Pada tahap ini perusahaan mulai mengontrol pengeluaran dan mengoptimalkan pengeluaran marketing.

Mengimplementasikan Performance Dashboard

Berikut ini akan dipaparkan bagaimana suatu perusahaan dapat mengimplementasikan performance dashboard untuk mengukur performance-nya. Tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:

  1. Mengartikulasikan strategi bisnis.
  2. Menerjemahkan strategi kepada hasil yang diinginkan
  3. Memilih metrics.
  4. Menghubungkan metrics dengan leading dan lagging indicators
  5. Menghitung performance saat ini dan yang ditargetkan.

Mengintegrasikan online dan offline metrics

Seamless Customer Experience, merujuk pada kemampuan perusahaan memberikan jasanya kepada customer yang berpindah antara channel online dan offline. Metrics untuk hal ini dapat digambarkan melalui diagram di bawah

exhibit-85.png

Seamless Internal Business Processes and Operations, merujuk pada kemampuan perusahaan untuk melakukan semua proses internal dan operasional, terlepas dari customer berinteraksi melalui channel online atau offline. Metrics untuk hal ini dapat digambarkan melalui diagram di bawah ini;

exhibit-86a.png

Extrenal Sources of Metrics Information

External sources of metrics information dapat berasal dari jasa pihak ketiga untuk menganalisa performance situs perusahaan dalam melakukan bisnis online. Kategori pihak ketiga ini adalah:

  • Online market research, adalah perusahaan yang mengumpulkan data customer (data primer) melalui online survey atau masukan dari customer.
  • Analyst report, adalah perpaduan antara primary market data pada topik tertentu menurut analisa pengamat pasar.
  • Financial information, adalah data yang menampilkan data keuangan yang berasal dari berbagai macam perusahaan yang tergabung dalam industri yang sama.

Sesi ke-6: Chapter 7. Implementation

August 28, 2007

Di bab ke-7 ini akan dibahas mengenai suatu framework untuk mengimplementasikan e-business suatu perusahaan. Framework tersebut menggagas tentang sistem sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Gambarannya sebagai berikut:

Framework for Implementation


Sesi ke-5: Chapter 6. Market Communications and Branding

August 21, 2007

Komunikasi dan branding sebenarnya adalah media di mana Web tercipta. Apa sajakah yang membuat suatu website memiliki brand yang kuat serta dapat menciptakan komunikasi yang baik bagi pengunjungnya. Berikut ini akan dipaparkan hal-hal yang menunjang tujuan tersebut.

Empat Kategori Komunikasi Pasar

Komunikasi pasar merujuk pada semua kontak poin yang berhubungan dengan customernya. Empat tipe komunikasi pasar adalah:

  1. General online communications
  2. Personalized online communications
  3. Traditional mass marketing
  4. Direct communications

Keempat hal tersebut sebenarnya membentuk framework Marketing Communications, sebagai berikut:

Farmework for Marketing Communications

Framework for Marketing Communications

Bila diperinci maka keempat kategori tersebut dapat dibagi menjadi sebagai berikut:

  1. Direct: Salesforce, direct mail, telemarketing & customer service representatives
  2. Traditional Mass Marketing: television, radia, print & billboards
  3. Personalized: personalized permission e-mail, personalized recommendation, personalized advertisements, personlized webpages, personalized e-commerce stores
  4. General Online Approaches: banner ads, e-mail, viral marketing, portal sponsorship/exclusive agreement, associate programs, online and offline partnerships, customer information & online transactions

Branding

Menurut David Aaker, brand equity adalah kombinasi aset yang dapat dilihat baik dari sisi perusahaan maupun sisi customer, dengan kata lain brand equity adalah kombinasi dari respon customer dan keuntungan/benefit. Konsep model dari brand equity adalah sebagai berikut;

Simple Conceptual Model of Brand Equity

Simple Conceptual Model of Brand Equity

Proses branding terdiri dari 10 tahapan, yaitu:

  1. Clearly define the brand audience
  2. Understand the target customer
  3. Identify key leverage points in customer experience
  4. Continually Monitor Competitors
  5. Design Compelling and complete brand intent
  6. Execute with integrity
  7. Be consistent over time
  8. Establish feedback systems
  9. Be opportunistic
  10. Invest and be patient

 


Sesi ke-4: Chapter 5. Strategy Formulation: Customer Interface

August 14, 2007

Topik yang akan dibahas kali ini adalah: Tujuh Elemen Desain dari Customer Interface, yaitu:

  1. Context
  2. Content
  3. Community
  4. Customization
  5. Communication
  6. Connection
  7. Commerce

Mari kita bahas satu-satu ketujuh element desain tersebut.

Context

Context pada website diterjemahkan sebagai functionality dan tampilan/aesthetics website itu sendiri. Function a.k.a usability adalah seberapa bagus performance suatu situs dapat diakses dan digunakan oleh usernya. Komponennya yang penting seperti: Section breakdown, how good is your sitemap?; Linking structure; Navigation tools; Speed; Reliability; Platform independece; dan Media Accessability. Untuk tampilan, komponen yang penting ada 2, yaitu: color scheme dan visual themes.

Context diklasifikasikan menjadi 3, pertama yang dominan di tampilan/aesthetic, kedua yang dominan di functionality (craiglist, anyone?) dan yang ketiga gabungan kedua aspek tersebut

Content

Apa itu content, content adalah semua informasi yang terdapat di website, dapat berupa text, audio, video, image, dan lain-lain. Untuk mengevaluasi suatu content dapat digunakan cara berikut;

Offering Mix, suatu website biasanya menawarkan 3 tipe content: produk, informasi, dan service/jasa. Offering mix biasanya memadukan ketiga tipe content tersebut. Appeal Mix, it’s simply referring to the promotional message. Multimedia mix, bagaimana paduan image, text, video dan audio website tersebut? Timeliness mix, ini tergantung dengan tipe informasi yang disampaikan apakah cukup time sensitif.

Content diklasifikasikan menjadi: product dominant, sesuai namanya yang dominan adalah produk yang ditawarkan, hal ini dibagi lagi menjadi, superstore, category killer dan specialty store. Klasifikasi yang berikutnya adalah information-dominant, lalu service dominant.

Community

Komunitas di sini diterjemahkan sebagai interaksi antar pengguna. Pengguna website dapat menjadi members suatu website sehingga terbentuklah komunitas yang menggunakan website tersebut. Klasifikasi komunikasi terdiri dari; nonexistent, limited, dan strong.

Customization

Kustomisasi website dapat dilakukan oleh penggunanya (personalisasi) atau oleh pengelola websitenya (tailoring). Klasifikasi dari kustomisasi adalah generic (sebenarnya yang masuk dalam kategori ini websitenya tidak dapat dikustomisasi, at least bisa hanya sampai pada kontennya saja, kalo ini juga semua website mungkin kan?), moderately customized dan highly customized.

Communication

Komunikasi di sini merujuk pada interaksi antara pengguna dan pengelola website. Hal tersebut dapat menggunakan broadcast communication dan interactive communication. Lagi-lagi mengenai klasifikasi, komunikasi diklasifikasikan menjadi one-to-many (nonresponding user), one-to-many (responding user), one-to-one (nonresponding user), one-to-one (responding user).

Connection

Connection diartikan sebagai link ke website lain. Ada 4 links; outside links, framed links, pop-up windows, dan outsourced content. Connection diklasifikasikan menjadi, destination site, hub site dan portal site.

Commerce

Fitur ini digunakan oleh user untuk dapat melakukan transaksi keuangan. Tools untuk memungkinkan hal tersebut bermacam-macam seperti; credit-card approval, one-click shopping, dan lain-lain. Commerce diklasifikasikan menjadi low, medium dan high

Mapping the 7cs Framework

Kesamaan dari semua elemen di atas adalah; semuanya mempunyai klasifikasi. Gunanya untuk dapat lebih baik memetakan suatu website berdasarkan ketujuh elemen tersebut. Kesimpulannya ketujuh elemen tersebut harus dapat bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain, sehingga dapat mendukung model bisnis yang ditawarkan.


Sesi ke-3: Chapter 4. Business Models

July 31, 2007

Pada dasarnya suatu online business model itu ada 4 komponen, yaitu:

  1. Value cluster/value proposition
  2. Online offering
  3. Resource system
  4. Revenue model

Pada value cluester/value proposition, pihak management harus dapat menentukan pilihan segmentasi-nya, keuntungan utama yang akan diterima oleh target segment-nya, serta diferensiasi yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Membentuk suatu value proposition menurut saya pribadi sebenarnya gampang-gampang susah. Seseorang dituntut jeli dalam melihat pilihan yang dibuat oleh kompetitornya. Dari referensi dikatakan, setelah kita memetakan segmen, benefit dan resource yang dimiliki kompetitor kita dapat melakukan assesment melalui kriteria berikut:

  • Customer criteria. Apakah costumer kita sadar akan benefit yang ditawarkan? Apakah memang itu yang diperlukan oleh mereka? Dan menyebabkan mereka tergerak untuk membeli?
  • Company criteria. Apakah perusahaan mempunyai cukup resources untuk menawarkan value proposition ini?
  • Competitive criteria. Apakah kompetitor mencoba menawarkan hal yang sama dengan kita? Jika ya, siapakah yang akan menang?

Pada online offering, kita akan menentukan produk atau jasa yang akan ditawarkan kepada customer, untuk melakukan hal ini dapat dilakukan proses sekuensial yang terdiri dari:

  1. Mengidentifikasi ruang lingkup barang/jasa yang akan ditawarkan (scope of the offering). Ada dua tipe scope offering yaitu: category-specific dominance dan cross-category dominance.
  2. Mengidentifikasi customer decision process. Customer decision process terbagi dalam beberapa tahapan. Prepurchase, yang terdiri dari: Problem recognition, Information search, Evaluation of alternatives. Kemudian Purchase yang terdiri dari: Purchase decision. Dan yang terakhir adalah Postpurchase yang terdiri dari: Satisfaction, Loyalty dan Disposal.
  3. Memetakan produk/jasa yang ditawarkan pada customer decision process di atas

Pada resource system perusahaan yang ingin memasuki model bisnis online harus memilih dan menyesuaikan resources-nya untuk memberikan keuntungan dari value proposition-nya.

Perusahaan harus dapat menspesifikasikan resource system yang dimilikinya. Hal ini terdiri dari beberapa langkah. Pertama adalah mengindentifikasi keuntungan utama dalam value cluster. Kedua mengindentifikasi resources yang berhubungan pada setiap benefit. Ketiga mengidentifikasi sampai mana perusahaan dapat men-deliver tiap benefit. Dan keempat adalah mengeidentifikasi mitra/partner yang dapat melengkapi resources.

Perusahaan juga harus dapat melakukan assessment terhadap kualitas resource system mereka. Hal ini dapat dilihat dari keunikannya, hubungan antara resources dan benefit, hubungan antara resources dalam sistem tersebut, hubungan antara virtual-world dan physical-world serta sustainable advantage-nya.

Dalam mengorganisasikan resource system-nya, perusahaan juga harus dapat memetakan role dari mitra-mitranya.

Pada revenue models, perusahaan harus menentukan/merencanakan sejak awal darimana revenue yang akan diperoleh pada bisnis online. Sumber revenue tersebut dapat berupa: iklan, produk/jasa/informasi yang ditawarkan, transaksi, subscription dan license fees.

Online Business Models

Pada dasarnya, online business models menekankan pada demand daripada supply, selain itu customer dapat menambahkan value pada online business suatu perusahaan, contohnya eBay.

Okay..that’s all for this chapter.


Sesi ke-2: Chapter 3. Market Opportunity Analysis

July 24, 2007

Pada dasarnya Bab 3 ini menjelaskan tentang framework untuk menganalisa market opportunity. Framework tersebut terdapat dalam 4 ruang lingkup yang utama yaitu, customer, company, technology & competition. Perpotongan dari ke-4 ruang lingkup utama tadi akan menghasilkan sweet spot, suatu area yang setiap perusahaan ingin mencapai daerah tersebut.

Kembali ke framework untuk menganalisa market opportunity tadi, framework tersebut dibagi menjadi 7 tahap, yaitu;

  1. Identifikasi kebutuhan costumer yang tidak terpenuhi atau underserved.
  2. Identifikasi specific customer yang akan dituju oleh perusahaan
  3. Meng-assess keuntungan/advantage yang berkaitan dengan kompetisi
  4. Meng-assess sumber daya perusahaan untuk menghasilkan produk/jasa yang dijanjikan kepada customer
  5. Meng-assess kesiapan pasar akan teknologi yang digunakan
  6. Menspesifikasikan kesempatan/opportunity dalam terminologi yang lebih kongkrit
  7. Meng-assess kesempatan yang atraktif/opportunity attractiveness bagi user

Mengapa framework tersebut diperlukan? Beberapa analis percaya bahwa analisa pasar yang biasa digunakan di pasar tradisional (marketplace) kurang dapat mengakomodir kebutuhan marketspace, hal ini karena beberapa hal berikut:

  • Kompetisi yang terjadi sudah tidak di dalam industri yang serupa tapi sudah antar industri yang berbeda
  • Kompetisi antar aliansi perusahaan daripada antar perusahaan
  • Kompetisi yang sangat cepat dalam hal pengembangan produk dan respon terhadap kondisi yang ada
  • Cara-cara yang unik untuk memberikan value kepada customer dan melakukan perubahan sikap sangatlah diperlukan
  • Internet telah mengakomodir perubahan/rekonfigurasi sangat cepat pada industry value chains dan value systems.

First Post: Not an Assignment

July 20, 2007

So i made this new category for an assignment from one of my faculties. Hopefully it can be usefulĀ  for those who read :)


Reactivation is starting..

July 20, 2007

NOW!

hopefully :p


Thank you WordPress

October 18, 2005

Just got this invitation Golden Ticket from WordPress.com :

A long time ago in a galaxy far, far away you entered your email address on http://wordpress.com/ to get a blog. We’re now inviting small groups to use WordPress.com and your email address was selected today!

Visit this address to get started: http://wordpress.com/invite/0dff11b28c040e2db1f10fcf

While you’re on a string of good luck it might be a good day to buy a lottery ticket. Better move fast though, because this invite will expire in a week, no exceptions.

Cheers, The WordPress.com Team

Thank you WordPress :) Wanna get an invitation? Just put your name and email on this post’s comment!